Ratu Balqis: Kisah Kepala Negara Super Power dalam Al-Qur’an


Abstrak
Kisah ratu Balqis dalam al-Qur’an tidak dapat dipisahkan dari penuturan tentang nabi Sulaiman. Penokohannya begitu kuat;  sebagai seorang penguasa negri Saba’ yang aman sentosa. Ia  adalah seorang ratu yang  adil dan bijaksana memimpin rakyatnya.  Ia begitu pintar dan tajam ldalam pemikiran,  ahli strategi yang ulung dalam mengambil keputusan yang terbaik bagi rakyatnya ini terbukti ketika diminta untuk tunduk pada nabi Sulaiman.



Pendaluluan
            Di antara figur perempuan yang terdapat dalam al-Qur’an, ratu Balqis mungkin masih tetap tokoh yang paling sukar difahami.  Kemunculannya begitu kuat dan mengundang teka-teki, menolak setiap paradigmatisasi[2]. Sebagai penguasa kaum pagan—dalam hal ini pengembah mata hari, ia cakap bernegosiasi dengan nabi Sulaiman. Dan ketika ia mengakui kekuasaan nabi Sulaiman, ia kemudian tidak tunduk begitu saja tapi secara diplomatis menyatakan bersama Sulaiman tunduk kepada Allah.
Barbara Freyer Stowasser menyatakan bahwa dalam tafsir tradisionalis, kisah tentang ratu Balqis ini masih tetap membingungkan. Hal ini terkait belum diterimanya wacana perempuan sebagai kepala negara. Ditambah lagi pengisahan ratu Balqis ini dalam al-Qur’an lebih didominasi kisah supranatural nabi Sulaiman  dibanding mengungkapkan berbagai hal yang bermanfaat bagi tafsir ilmiah[3].
Kisah tentang ratu Balqis sebagai penguasa negeri Saba’ dalam al-Qur’an diceritakan dalam surat an-Naml yang berarti semut[4].  Dan  tentang negeri Saba’ diuraikan secara panjang lebar pada surat Saba’.

           
Ratu Balqis adalah Penguasa Negeri Saba
            Al-Qur’an memaparkan kisah seorang ratu yang memerintah kerjaan yang besar, yaitu ratu Balqis penguasa negeri Saba’[5]. Hal ini dijelaskan al-Quran dalam surat Saba’/34 : 15 berikut:
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan di sebelah kiri. Makanlah olehmu dari nezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya (negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun. QS Saba’/ :15.
           
            Dalam ayat di atas diceritakan tentang negeri Saba’ aman dan makmur (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur) di masa pemerintahan ratu Balqis. Kerajaan Saba’ berdiri pada abad VIII SM, pengaruh kekuasaannya mencakup Ethiopia dan salah satu negeri yang sangat terkenal ketika itu yaitu Ma’rib dengan bendungan yang sangat besar[6].
Pada ayat selanjutnya dikisahkan bahwa walaupun Allah telah melimpahkan begitu banyak anugerah-Nya kepada mereka, namun mereka tetap ingkar kepada-Nya. Lalu Allah mengirimkan banjir yang besar kepada mereka. Demikianlah balasan Allah atas kekufuran mereka. Firman Allah:
Lalu mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besardan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pepohonan) yang berbuah pait, pohon Atsal, dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi mereka balasan karena kekafiran mereka, dan kami tidak membalas melainkan kepada orang-orang yang sngat kafir. QS. Saba’/34 : 16-17.

 Menurut Ibnu ‘Asyur sebagaimana yang dikutip M Quraish Shihab bahwa terjadinya peristiwa banjir tersebut setelah masa ratu Balqis yang telah menganut ajaran agama yang diajarkan nabi Sulaiman. Sepeninggal ratunya yang adil itu, kaum Saba’ kembali menjadi kaum yang ingkar. Lalu Allah menghancurkan mereka melalui bencana banjir besar setelah runtuhnya bendungan Ma’rib[7].


Nabi Sulaiman dan Burung Hudhud
Kisah tentang Ratu Balqis dalam al-Qur’an terkait dengan kisah kerasulan nabi Sulaiman AS putra  nabi Daud. Informasi tentang ratu Balqis yang berkuasa di negeri Saba’ ini diterima nabi Sulaiman[8] secara tidak diduga sebelumnya dari burung Hudhud. Burung Hudhud ini merupakan bagian dari bala tentara kerajaan nabi Sulaiman. Dikisahkan dalam suatu perjalanan nabi Sulaiman dengan bala tentaranya dan setibanya di tempat tujuan ia mengadakan inspeksi terhadap pasukannya. Ketika memeriksa barisan burung-burung, ia tidak mendapati burung Hudhud. Hal ini sebagaimana yang disitir dalam al-Qur’an:
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata,” Mengapa aku tidak melihat Hudhud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? Sesungguhnya aku benar-benar akan menyiksanya dengan siksa yang pedih atau aku benr-benar akan menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan bukti yang terang. QS an-Naml/27: 21

Dalam ayat di atas dinyatakan bahwa setelah memeriksa barisan bala tentaranya namun nabi Sulaiman tidak menemukan burung Hudhud. Lalu ia bertitah,” Sesungguhnya aku benar-benar akan menyiksanya dengan siksa yang pedih atau aku benar-benar akan menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan bukti yang terang”,yakni alasan yang jelas yang dapat diterima[9]. Lalu tak lama berselang datanglah si burung Hudhud. Ia membawa berita yang belum diketahui oleh nabi Sulaiman sebelumnya. Yaitu tentang negeri Saba’ yang diperintah oleh seorang wanita, yang konon bernama Balqis binti Syurahil. Sang ratu dianugerahi segala sesuatunya yang dapat menjadikan kekuasaannya langgeng, kuat dan besar. Misalnya tanah yang subur, penduduk yang taat, kekuatan bersenjata yang tangguh serta pemerintahan yang stabil. Serta ia mempunyai singgasana yang besar sebagai cerminan kehebatan kerajaannya[10], sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah:
Maka tidak lama kemudian lalu(burung Hudhud)berkata”Aku telah mengetahui sesuatu yang engkau belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari Saba’ suatu berita yang meyakinkan. Sesungguhnya aku menjumpai seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. QS an-Naml/27: 22-23

Lalu burung Hudhud melanjutkan ceritanya; setelah menjelaskan keunggulan kerajaan Saba’ tersebut secara material, ia kemudian menguraikan kelemahannya secara spritual. Bahwa sang ratu dan kaumnya beribadah dengan menyembah mata hari—menyembah selain Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana dalam firman Allah selanjutnya:

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah: dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan Allah, sehingga mereka tidak mendapat petunjuk. Agar mereka tidak menyembah Allah. Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai arasy yang besar. QS an-Naml/27: 24-26


Surat Nabi Sulaiman untuk Ratu Balqis

Setelah mendengarkan laporan dari burung Hudhud tentang keyakinan yang batil dalam suatu masyarakat—yakni kerajaan Saba’yang merupakan sebuah kerajaan besar dan kuat, yang mereka berada tidak jauh dari pusat kekuasaan nabi Sulaiman di Palestina; nabi Sulaiman selaku nabi da rasul yang bijaksana, ia tidak terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan. Untuk mengklarifikasi berita yang dibawa oleh burung Hudhud[11] serta guna memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang masyarakat tersebut lalu ia merintahkan burung  Hudhud  untuk membawa suratnya kepada mereka. Lalu mencari tau apa yang mereka diskusikan menyangkut isi surat itu. Sebagaimana firman Allah:
Berkata Sulaiman: ”Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan membawa suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.” QS an-Naml/27: 27-28
Setelah burung Hudhud berangkat ke negeri Saba’ dengan membawa surat dari nabi Sulaiman. Ia menjatuhkan surat itu kepada sang ratu yang kemudian langsung membuka dan membacanya. Lalu ratu Balqis pengumpulkan para pejabat teras dan para penasehatnya untuk bermusyawarah. Bahwa ia telah menerima surat dari Sulaiman yang mengajak mereka berserah diri, memeluk agama tauhid. Sebagaimana diceritakan pada ayat selanjutnya:
Berkata Balqis: “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuat surah yang mulia. Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. QS an-Naml/27: 29-31

Selanjutnya ratu Balqis berdiskusi dan jajarannya bagaimana menanngapi surat tersebut.

Berkata Balqis: “Hai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam urusan ini aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis (ku).” Mereka menjawab: ”Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan juga keberanian yang sangat dalam peperangan, dan keputusan berada ditanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang kamu perintahkan.” Dia berkata:” Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan membawa hadiah, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan ini.” QS an-Naml/32-35


Ini menunjukkan betapa besar usaha ratu Balqis untuk mengungkapkan apa yang belum ia ketahui tentang nabi Sulaiman sehingga ia mengadakan musyawarah dengan para petinggi kerajaannya untuk meminta pendapat dan pandangan mereka. Mereka mengatakan  kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan juga keberanian yang sangat dalam peperangan, dan keputusan berada ditanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang kamu perintahkan. Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya serta mengingat kehancuran dan penderitaan rakyatnya yang akan terjadi akibat peperangan karena raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat, maka ratu Balqis terlebih dahulu mencoba jalan damai. Yaitu dengan mengirim utusan kepada mereka dengan membawa hadiah, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan ini. Balqis menguji terlebih dahulu tentang kebenaran Sulaiman. Apabila Sulaiman seorang nabi tentulah ia akan menolak hadiah tersebut namun sebaliknya jika ia mengambilnya tentulah ia bukan seorang nabi[12]. Dengan demikian untuk mengulur waktu melihat tanggapan dari Sulaiman dan memikirkan lebih lanjut tentang langkah yang akan diambil, antara berperang atau damai.
Firasat ratu Balqis tentang kenabian Sulaiman begitu kuat, karena Sulaiman menolak hadiahhadiah yang dibawakan oleh utusannya. Penolakan nabi Sulaiman tersebut diceritakan Allah dalam ayat selanjutnya:
Maka tatkala utusan-utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata:” Apakah patut kamu menolong aku dengan harta?, maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik dari pada apa yang diberikan-Nya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri Saba’ dengan terhina dan mereka menjadi tawanan-tawanan yang hina dina.” QS an-Naml/36-37

Nabi Sulaiman menyurati mereka untuk datang dan berserah diri kepadanya bukanlah karena harta sehingga iapun menolaknya. Tapi karena semua itu karena ketaatan kepada Allah. Dapat dikatakan di sini bahwa hadiah tersebut merupakan sogokan yang bertujuan menghalangi Sulaiman dalam melaksanakan kewajibannya. Apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik dari pada apa yang diberikan-Nya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
Selanjutnya nabi Sulaiman memerintahkan kepada pimpinan rombongan kerajaan Saba’ bahwa kembalilah kepada mereka  yakni ratu dan mereka yang taat kepadanya. Sungguh kami bersumpah bahwa sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri Saba’ dengan terhina dan mereka menjadi tawanan-tawanan yang hina dina menjadi tawanan-tawanan perang. Ini tentu saja bila mereka tidak datang dan patuh pada kami[13].


Ratu Balqis Tunduk pada Agama Tauhid yang Dibawa Nabi Sulaiman
Al-Qur’an tidak menjelaskan apa yang terjadi setelah penolakan hadiah ratu Balqis tersebut. Namun dapat diasumsikan bahwa utusan kerajaan Saba’ tersebut menyampaikan hasil pertemuannya dengan Sulaiman kepada sang ratu. Sebagian riwayat menyatakan bahwa menyadari bahaya yang akan mengancam kelangsungan kerajaannya, maka ratu Balqis menyurati Sulaiman bahwa ia akan mendatangi kerajaan Sulaiman. Cerita selanjutnya bahwa nabi Sulaiman memerintahkan agar singgasana ratu Balqis diangkut ke kerajaannya di Palestina sebelum rombongan mereka sampai.
Berkata Sulaiman:” Hai pembesar-pembesar, siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin:” Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepada sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membacanya lagi dapat dipercaya.”Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab:” Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.” QS an-Naml/38-40

Perintah nabi Sulaiman ini disanggupi oleh Ifrit[14] bahwa ia  akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepada sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu;untuk pulang beristirahat. Konon nabi Sulaiman itu berkantor dari pagi hingga siang hari. Jika demikian berarti Ifrit akan mengangkut singgasana itu membutuhkan waktu setengah hari.
            Titah ini juga mendapat tanggapan dari seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab:” Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.”maka dengan serta merta kemudian singgasana ratu Balqis itu telah berada di hadapan nabi Sulaiman.  Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia. Para ulama berbeda pendapat tentang tokoh seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab tersebut. Ada yang berpendapat bahwa ia adalah Ashif ibn Barkhiya yang merupakan seorang ulama bani Israil yang juga adalah salah seorang jajaran mentri nabi Sulaiman. Ada lagi yang menyatakan bahwa ia adalah nabi Khidir atau bahkan malaikat Jibril.[15] Namun dalam ayat di atas di jelaskan bahwa kemampuannya yang luar biasa tersebut berdasarkan ilmu dan hikmah yang diperolehnya bersumber dari  Kitab Allah.
Sementara ulama berpendapat bahwa permintaan nabi Sulaiman itu bertujuan untuk menunjukkan kepada ratu Balqis betapa besar kekuasaan dan anugerah Allah  yang telah dikaruniakan-Nya kepada nabi Sulaiman agar mereka dapat sadar akan kelemahan serta ketidakberdayaannya lalu tunduk menyembah Allah.
Tatkala singgasana tersebut telah berada di hadapan nabi Sulaiman, lalu ia memerintahkan untuk memberikan sedikit “sentuhan” untuk membuat perubahan pada singgasana tersebut.

Dia berkata:”Ubahlah baginya singgasana, maka kita akan melihat apakah dia mengenalnya ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalnya.”Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupakah ini dengan singgasanamu? Dia menjawab,”Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.”Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya untuk melahirkan ke-Islamannya, karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana!,”maka tatkala dia melihat lantai istana tersebut, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapnya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin yang terbuat dari kaca. Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim kepada diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan sekalian alam.” QS an-Naml/41-44

Perubahan yang mengesankan sedikit perbedaan dengan singgasana sang ratu. Tujuannya agar lebih lanjut kita akan melihat apakah dia mengenalnya bahwa singgasana tersebut adalah singgasanya yang telah diubah ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalnya.sehingga dapat diketahui tentang kejelian dan ketelitian ratu Balqis.
Ketika ratu Balqis sampai di istana nabi Sulaiman, Serupakah ini dengan singgasanamu? Pertanyaan itu dijawab dengan sangat taktis, Dia menjawab,”Seakan-akan singgasana ini singgasanaku. Suatu jawaban yang menunjukkan ketelitiannya juga kekuatan mentalnya. Jawaban yang tepat pada situasi seperti yang dialaminya.[16]
Mencermati keberadaan “singgasana”nya dan pertanyaan nabi Sulaiman yang diajukan kepadanya menyadarkannya tentang bukti berita/ pengetahuan  tentang kehebatan nabi Sulaiman yang telah mereka dengar sebelumnya. Dan hal itu kini telah terbukti dan mereka saksikan sendiri. Selanjutnya Balqis mengatakan kami adalah orang-orang yang berserah diri. Dengan pengertianbahwa ia dan pengikutnya berserah diri masuk ke dalam agama tauhid yang dibawa oleh nabi Sulaiman dan meninggalkan kepercayaan mereka sebelumnya yang sesat.
Bahwa kepercayaan yang mereka anut selama ini dengan menyembah mata hari,  Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya untuk melahirkan ke-Islamannya, karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.
Inilah bahagian akhir kisah tentang ratu Balqis dalam al-Qur’an, dia lalu dipersilakan untuk memasuki istana nabi Sulaiman. Setelah ujian yang pertama terkait dengan singgasananya yang telah dipindahkan ke istana nabi Sulaiman dilaluinya dengan sukses, maka tibalah ujian berikutnya terkait lantai kaca istana nabi Sulaiman. Maka tatkala dia melihat lantai istana tersebut, yang terbuat dari kaca yang bening. Dan konon di bawahnya mengalir air yang di dalamnya terdapat semisal aquarium yang di huni oleh ikan-ikan.  Dikiranya kolam air yang besar dan disingkapnya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin yang terbuat dari kaca.  Menyaksikan kemuliaan, keagungan serta karunia Allah yang dilimpahkan kepada nabi Sulaiman, maka  berkatalah Bilqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim kepada diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan sekalian alam.Ini adalah jawaban yang cerdas dan cemerlang pemikirannya. Di saat ia harus mengaku kekuatan dan kekuasaan lawannya, ia tidak langsung mengakui kebesaran lawannya tetapi ia merangkulnya dan menundukkan diri kepada Zat yang lebih tinggi dari pada Sulaiman yaitu Allah Subhanahu Wata’ala.[17]
Adapun mengenai kelanjutan hubungan antara nabi sulaiman dan ratu Balqis. Sebagian mufassir menyatakan bahwa hubungan cinta antara keduanya berakhir dengan perkawinan. Mereka menikah dan menjadi sepasang suami istri Walaupn menurut M. Quraish Shihab pembahasan tersebut sebaiknya disingkirkan dari pembahasan tafsir[18].


Ratu Balqis: Potret Lambang KemandirianPerempuan di Bidang Politik
    Demikianlah al-Qur’an berceria tentang kepemimpinan seorang perempuan dengan memberikan contoh kepemimpinan ratu Balqis; penguasa negeri Saba’. Kisah ini menggambarkan tentang perempuan yang mempunyai kecemerlangan pemikiran, ketajaman pandangan, kebijaksanaan dalam mengambil suatu keputusan, dan seorang politikus ulung. Waktu ia menerima surat dari nabi Sulaiman, ia musyawarahkan dengan para pembesar kerajaannya.  Walaupun merasa kuat  dan siap untuk berperang dengan Sulaiman, namun ia mempuyai sebuah pandangan yang jauh ke depan. Ia tak ingin kerajaannnya hancur dan rakyatnya menderita akibat peperangan. Karena ia punya intuisi kalau Sulaiaman adalah nabi. Melawan seorang nabi, adalah perbuatan yang sia-sia. Seorang  nabi adalah utusan Allah yang tak mungkin dapat dikalahkan karena ia dapat pertolongan dari-Nya. Dan tidaklah bijaksana menghalangi rakyatnya untuk menikmati kebenaran dengan berperang melawannya untuk mempertahankan kebatilan[19].
            Profil ratu Balqis sebagai seorang pemimpin yang adil dan bijaksana sebagimana yang diceritakan dalam al-Qur’an di atas kemudian dijadikan patron/ kriteria perempuan yang ideal dalam Islam.  Kaum perempuan di masa Rasulullah digambarkan sebagai perempuan yang aktif, sopan dan terpelihara akhlaknya. Bahkan dalam al-Qur’an figur ideal seorang muslimah disimbolkan sebagai pribadi yang memiliki kemandirian politik   (al-istiqlal as-siyasah) (QS. Al-Mumtahanah/60:12), seperti figur Ratu Balqis yang memimpin kerajaan super power (‘arsyun ‘azhim) (QS. an-Naml/ 27:23); memiliki kemandirian ekonomi (al-istiqlal al-iqtishadi) (QS. an-Nahl/16:97), seperti figur perempuan pengelola peternakan dalam kisah Nabi Musa dengan putru nabi Syu’aib di Madyan (QS. al-Qashash/28:23), kemandirian di dalam menentukan pilihan pribadi     (al-istiqlal asy-syakhshi) yang diyakini kebenarannya, sekalipun berhadapan dengan suami bagi wanita yang sudah kawin, (QS. at-Tahrim/66:11) atau menentang pendapat orang banyak bagi perempuan yang belum kawin (QS. at-Tahrim/66:12), al-Qur’an mengizinkan kaum perempuan untuk melakukan gerakan “oposisi” terhadap berbagai kebobrokan, dan menyampaikan kebenaran (QS. at-Taubah/9:71)[20].
Tidaklah mengherankan jika pada masa Nabi ditemukan sejumlah perempuan memiliki kemampuan intelektual dan prestasi sosial yang cemerlang seperti yang diraih kaum laki-laki, seperti para istri Rasul. Dalam jaminan al qur’an, perempuan dengan leluasa memasuki semua sektor kehidupan masyarakat, termasuk politik, ekonomi dan berbagai sektor publik lainnya.    
Pembicaraan al-Qur’an tentang ratu Balqis  juga dijadikan  para ulama yang mendukung kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan untuk menjustifikasi pendapat mereka bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama menjadi kepala negara. Tentu saja selama mereka memenuhi kriteria-kriteria yang telah digariskan.


Penutup
Demikianlah kisah seorang ratu yang memiliki kekuasaan, namun kekuasaannya tidak menghalangi ia tunduk dan patuh kepada kebenaran[21]. Mudah-mudah menjadi mau’izhah hasanah bagi kita semua. Wa Allahu a’lamu bi ash-shawab












Daftar Pustaka

Barbara Freyer Stowasser, Reinterpretasi Gender: Wanita dalam al-Qur’an, Hadis dan Tafsir, (terj), Bandung: Putaka Hidayah, 2001, Cet.ke-1

Chatibul Umam, et. Al, Kajian Ayat- Ayat Al-Qur’an Tentang Wanita, Jakarta: P2M IAIN Syarif Hidayatullah, 1996

Huzaemah T Yanggo, Fiqih Perempuan Kontemporer, Jakarta: al-Mawardi Prima, 2001, Cet. Ke-1
Lies M Marcoes Natsir dan Johan Hendrik Meuleman (ed), Wanita Islam Indonesia dalam Kajian Tekstual dan Kontekstual, Jakarta: INIS, 2003

M.Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah : Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Volume 10, Jakarta: Lentera hati, 2004, Cet.ke-2

------------, Tafsir al-Mishbah : Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Volume 11, Jakarta: Lentera hati, 2004, Cet.ke-2

Siti Musdah Mulia (ed),  Keadilan dan Kestaraan Gender Perspektif Islam, jakarta: Lembaga kajian Agama dan Jender,  2003, Cet. Ke-2

------------, Islam & Inspirasi Kesetaraan Gender, Yogyakarta: Kibar Press, 2007, Cet.ke-2




[1] Jayusman, Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Intan Lampung,  http: //jayusmanfalak.blogspot.com  dan  email: jay_falak@yahoo.co.id
[2] Barbara Freyer Stowasser, Reinterpretasi Gender: Wanita dalam al-Qur’an, Hadis dan Tafsir, (terj), Bandung: Putaka Hidayah, 2001, Cet.ke-1, h. 153
[3] Ibid, h. 153-154
[4] Dalam surat an-Maml dikisahkan tentang semut yang takut melihat kehadiran Sulaiman dan bala tentaranya di lembah mereka. “Wahai semut-semut masuklah ke dalam sarang sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka Sulaiman tersenyum mendengar perkataan semut. Dan ia berdoa,”Wahai Tuhanku berlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahlan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal solehyang Engkau ridoi. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh” QS an-naml/27: 18-19
[5] Ibnu Katsir dalam Tasirnya sebagaimana di kutip Barbara Freyer Stowasser menyatakan ia anak seorang wazir kerajaan Himyariyah yang ada di Ma’rib Yaman. Ayahnya bernama Dzu Syarakh (sebagian yang menyebutnya Syurahil--penulis) ibn Hudad dan ibunya bernama Umairah , anak seorang raja Jin. Lih. Barbara, Op.cit, h.158 Dan kata Saba’ dapat berarti wilyah atau negeri sebagai yang ditunjuk oleh al-Qur’an dalam surat an-Naml dan dapat juga berarti kaum sebagaimana yang dimaksud dalam ayat dalam surat Saba’ berikut ini. M.Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah : Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Volume 11, Jakarta: Lentera hati, 2004, Cet.ke-2, h. 362
[6] Lih Ibid, h. 364
[7] Ibid
[8] Nabi Sulaiman adalah seorang Raja bani Israil yang pusat kekuasaannya di Palestina. Nabi Sulaiman mewarisi kekuasaan atas Bani Israil dari ayahnya nabi Daud. Ia dikrunia oleh Allah mukjizat dapat berkomunikasi dengan burung. binatang dan serangga. Adapun bala tentara kerajaannya terdiri dari manusia, jin dan burung Lebih lanjut lih al-Qur’an surat an-Naml/27 ayat 15-19.
[9] M.Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah : Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Volume 10, Jakarta: Lentera hati, 2004, Cet.ke-2,  h. 209
[10] Ibid, h. 211-212
[11] Itulah sekelumit tentang kisah burung Hudhud dalam al-Qur’an. Burung Hudhud adalah sejenis merpati yang dapat dilatih untuk membawa surat atau barang-barang ringan dengan  cara  menjepatnya dengan paruh (untuk jarak tempuh yang tidak terlalu jauh) atau  mengikatkan pada kaki atau bagian tubuhnya. Sayyid Quthub menguraikan tentang perihal burung Hudhud sebagaimana yang dikutip oleh M.Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah; Hudhud merupakan salah satu anggota bala tentara abi Sulaiman. Ia memiliki kemampuan dan keistimewaan yang melebihi jenis burung yang lain. Ini terlihat dengan jelas dalam kisah di atas bahwa ia dapat mengetahui situasi kerajaan Saba’, serta keadaan masyarakatnya, pengetahuan yang hanya dapat dijangkau oleh manusia yang berakal, suci dan bertakwa. Hudhud terbut merupakan suatu karunia dan mukjizat dari Allah. Begitu istimewanya burung Hudhud ini sehingga nabi Sulaiman ketika  menginspeksi pasukannnya yang sangat besar, dengan begitu jeli tidak menemukan keberadaannnya. Tentu saja si burung Hudhud ini merupakan sosok yang penting dalam bala tentara tersebut. Ini dibuktikan laporannya yang begitu pintar tentang negeri Saba’ yang ia jumpai. Ibid, 214—215 dan 217-218
[12]Huzaemah T Yanggo, Fiqih Perempuan Kontemporer, Jakarta: al-Mawardi Prima, 2001, Cet. Ke-1,h.  80
[13] Quraish, Vol 10, Op.cit, h. 222
[14]Ifrit adalah yang kuat dan cerdik dari bangsa Jin. Kata Ifrit menurut Quraish Shihab berati yang sangat kuat lagi gangat cerdas dan tidak dapat dicederai, juga tidak dapat dikalahkan. Jika digunakan untuk manusia berati mempersamakannya engan makhluk halus tersebut. Ibid, h. 224
[15]Ibid, h. 226
[16]Ibid, h. 228-229
[17] Lih Huzaemah, Op.cit, h. 83
[18] Quraish, Vol 10, h. 232 dan Barbara , Op.cit, h.17-158
[19] Ibid, h. 83-84 dan lih juga Chatibul Umam, et. Al, Kajian Ayat- Ayat Al-Qur’an Tentang Wanita, Jakarta: P2M IAIN Syarif Hidayatullah, 1996, h. 73-74
[20] Siti Musdah Mulia (ed),  Keadilan dan Kestaraan Gender Perspektif Islam, jakarta: Lembaga kajian Agama dan Jender,  2003, Cet. Ke-2, h. Xiii dan lihat juga Stiti Musdah Mulia, Islam & Inspirasi Kesetaraan Gender, Yogyakarta: Kibar Press, 2007, Cet.ke-2, h. 17-18
[21] M.Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah : Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Volume 10, Jakarta: Lentera hati, 2004, Cet.ke-2, 232
  
............copas to http://laboratoriumstudial-quran.blogspot.com/2012/03/ratu-balqis

Obat Untuk Segala Macam Penyakit

rintikhujan.jpg
Air Rahamat

Rasulullah saww bertanya :

"Apakah kalian mau aku ajari satu pengobatan yg telah diajarkan Jibril as padaku sehingga aku tidak butuh kepada pengobatan dokter?"

Para Sahabat pun bertanya :

"Pengobatan apa itu ya Rasul?"

Nabi Bersabda :

"Ambilah air Hujan di bln Naisan (April) dan Bacalah AlFatihah, ayat kursi, alIkhlas, anNas, alFalaq & alKafirun masing² 70x"

Riwayat lain ditambahkan AlQadr, Allahu Akbar, Lailahaillallah, shalawat, subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah allahu akbar 70x.. Lalu Minumlah air itu di waktu pagi & malam selama 7 hari berturut²..

Demi Tuhan Yang telah mengutusku sbagai Nabi sungguh Jibril as berkata :

"Sesungguhnya ΛLLΛH akan menyembuhkan org yg minum air ini dari setiap penyakit & Mengeluarkan penyakit itu dari badannya, tulangnya & semua anggota tubuhnya serta ΛLLΛH akan menghapus penyakit yg sudah tertulis baginya di Lauhul Mahfuzh..

Jika orang tersebut tidak dikaruniai anak, ΛLLΛH akan memberikan anak kepadanya walaupun ia seorang wanita mandul..

ΛLLΛH juga akan memenuhi Cahaya & ilhamNya.. Ilmu & pengetahuan, karamah-karamah, menurunkan ribuan ampunan & Rahmat.. Mengeluarkan sifat curang, Khianat, iri, dengki, congkak, kikir & sifat Tamak.. Menyelamatkan dari Kejahatan permusuhan Masyarakat serta Menyembuhkan dari Semua penyakit"

(Riwayat dari Imam Ja'far Shadiq as cucunda Rasul saw, Mafatih al Jinan jilid 2)

Dari Amirul Mukminin Ali as berkata :

"Minumlah air Hujan karena air itu bisa membersihkan Badan-badan kalian & Menyembuhkan Penyakit, seperti Firman ΛLLΛH SWT,
'Dan ΛLLΛH Menurunkan kepadamu Hujan dari Langit untuk Menyucikan kamu dengan Hujan itu & Menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan & untuk Menguatkan Hatimu & Memperteguh dgnnya Telapak kaki (mu).".(Qs al-Anfal 8:11)

sungguh Tak ada yg Sia-sia dalam Rahmatnya.. "Ya Tuhan kami.. Turunkan Hujan kepada kami yang BerManfaat".. Amiinn.. Yaa Kareem..
 
 
sumber:http://deleteisrael.pun.bz

ARTI WALL (DINDING) PADA FACEBOOK

ARTI WALL (DINDING) PADA FACEBOOK {Antara Facebook dan Yahudi}

1. Tembok Ratapan

Ibu Kota Israel yang luasnya sekitar 700 kilometer ini adalah kota yang berdiri di sekitar pegunungan yang indah. Penuh dengan situs-situs suci bagi umat berbagai agama, sehingga menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Tembok Barat alias Tembok Ratapan, misalnya. Dinding bait suci di Jerusalem yang dibangun oleh Raja Salomon atau Sulaiman dan Bait Suci itu hancur ketika Israel diserbu tentara Romawi pada 70 Masehi. Bangsa Yahudi percaya tembok ini tidak ikut hancur karena di tempat ini berdiam Shekhinah. Dengan demikian, berdoa di tembok ini sama artinya berdoa kepada Tuhan. Biasanya, peziarah dari berbagai penjuru dunia juga menyelipkan kertas doa di sela-sela batu tembok ratapan.

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut “Tembok Ratapan” karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu.

2. Apakah Hubungan Tembok Ratapan dengan Wall Facebook?

Kenapa di Facebook mempunyai Wall (Dinding/Tembok)? Karena pemiliknya -Mark Zuckerberg- adalah orang Yahudi – walau kabar terakhir dia mengproklamirkan diri sebagai atheis-, (mungkin) terinspirasi dari salah satu tempat suci Yahudi di Yerusalem yang bernama Tembok Ratapan. Dimana kaum Yahudi melakukan ritual ibadah dengan berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu. Itulah (mungkin) inspirasi Facebook Wall, untuk curhat, dan sebagainya.

3. Tembok Ratapan = Wall Facebook?

Tembok ratapan itu kini masih berdiri, dan masih banyak orang datang ke sana untuk berdoa dan meratap, sekaligus menuliskan harapan-harapannya lalu menyelipkannya ke dinding- dinding tembok itu. Nah, kini ada sebuah tembok baru yang dibuat di luar tembok ratapan itu. Jika yang datang ke tembok ratapan sebagian besar adalah orang-orang yahudi, maka di tembok baru itu, yang datang meratap bukan saja orang-orang yahudi, tetapi juga orang-orang Muslim dan orang-orang umum. Mereka dengan leluasa meratap, mengeluarkan keluh kesahnya, menuliskan harapan-harapannya, dan menghaturkan doa-doanya. Bahkan, jika Tembok Ratapan di Palestina hanya sedikit pengunjungnya, itu pun tidak setiap hari, maka tembok yang baru ini selalu dipenuhi oleh pengunjung dari segala penjuru dunia tiap harinya. Bahkan ada yang setiap hari tidak pernah meninggalkan tembok baru ini saking khusyuknya ibadah mereka di tempat itu.
Meski begitu, ia tidak pernah sesak, para pengunjungnya bisa dengan leluasa mengunjungi tembok-tembok itu. Bahkan,mereka diberikan kemudahan dengan dibebaskannya mereka membuat privatisasi pada sebagian tembok tertentu. Mereka bisa menuliskan harapannya, menyelipkan keluh kesah dan doa-doa panjangnya di dinding- dinding tembok itu, bahkan kini mereka juga dapat menyelipkan foto-foto diri mereka. Mereka juga dapat berinteraksi dengan pengunjung lain yang juga menjadi peratap di tembok itu. Kadang, mereka saling bertukar komentar atas keluhan, harapan, doa, atau sekadar celoteh kecil yang disisipkan di dinding mereka. Begitu mudah, begitu akrab, dan begitu alami…
Ya.. tahukah kalian? Kini, tembok ratapan itu bernama Facebook!!! Di Facebook, kita mengenal istilah wall/dinding. Di sana kita biasa mencurahkan isi kepala kita, harapan, doa dan sebagainya. Secara konseptual, ini sama dengan konsep tembok ratapannya orang yahudi. Bedanya, tembok ratapan kita itu adalah tembok maya, sementara tembok ratapan orang yahudi itu bersifat nyata.

Ya, di sini kita bisa melihat bagaimana orang yahudi itu mengamalkan ajaran agamanya, bahkan sampai di dunia maya. Bukankah pemilik dan penggagas facebook ini adalah orang yahudi?

4. Sekedar Renungan dan Nasehat

Terus terang hati ini merasa tidak enak melihat banyak status tidak jelas dan kurang bermanfaat muncul dari account teman-teman. Tidak mengapa jika yang ditulis atau disampaikan berupa ilmu, nasehat atau info-info yang bermanfaat. Namun kalau sekedar isi hati, luapan perasaan, kekecewaan, kegaguman atau entah apapun namanya yang kiranya tidak bermanfaat maka kiranya tidak perlu ditulis/ disampaikan lewat fb atau yang lainnya. Selain hal itu sia-sia, hal tersebut juga tidak baik untuk menjaga ‘privasi’ dan muru’ah/kehormatan diri. Hendaknya kita senantiasa menjaga waktu kita, jangan hanya dihabiskan untuk sekedar update status atau membalas/berkomentar pada status- status yang tidak jelas.
Betapa indah apa yang disampaikan Rasulullah,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” [Hadis hasan riwayat Tirmidzi (no. 2318) dan lainnya]

5. Marilah Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah

Inilah pemanfaatan yang paling baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk dakwah. Betapa banyak orang yang senang dikirimi pesan nasehat agama yang dibaca di inbox, note atau melalui link mereka. Banyak yang sadar dan kembali kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat tersebut. Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain apalagi dalam masalah agama yang dapat mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)

Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta yang paling berharga orang Arab saat itu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihatlah saudaraku, bagaimana jika tulisan kita dalam note, status, atau link di facebook dibaca oleh 5, 10 bahkan ratusan orang, lalu mereka amalkan, betapa banyak pahala yang kita peroleh. Jadi, facebook jika dimanfaatkan untuk dakwah semacam ini, sungguh sangat bermanfaat.

Setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Dan fenomena demikian menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga .

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita, “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).

Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg tidak jelas, entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen- komen dari lainnya.
> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Capek
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> Aku masih menanti . . .
> Galau..!!
> etc….

Sahabatku, alangkah lebih baiknya jika kita memanfaatkan facebook untuk hal-hal yang bernilai positif, saling berkirim tausiyah, saling memberi semangat dan motivasi. Mulai sekarang jauhi kata-kata negative dan hal-hal yang tidak bermanfaat di facebook. Jangan jadikan dinding facebook kita sebagai dinding ratapan, tempat untuk mengeluarkan segala keluh kesah, mengeluarkan emosi dan amarah, yang bisa jadi hal itu dapat melukai hati sahabat-sahabat kita. Mulai saat ini mari kita gunakan facebook untuk kebaikan, untuk menambah pundi-pundi pahala kita, saling berbagi motivasi dan nasihat. Karena Berbagi itu Indah. 


sumber : Oleh: Muhammad Utsman Fitriadi

10 icon yang paling familiar di Aceh


Udah lama ga posting blog ini mengenai aceh, berhubung punya waktu coba posting sedikit dengan harapan berguna, sekalian cacian dan makiannya bila memang salah or khilav

10 icon paling sering (familiar) di aceh.

1. Rencong.

Rencong memang sudah menjadi icon aceh sudah sejak lama (abad ke 13). ditambah dengan bentuk nya yang unik sehingga rencong menjadi icon yang paling banyak digunakan.

2. Pinto Aceh.

sumber foto : http://artscraftindonesia.com
Begitu juga halnya dengan pinto aceh, Pinto Aceh diambil desainnya dari sebuah monumen peninggalan Sultan Iskandarmuda yang bernama Pinto Khoh. Monumen tersebut yang sekarang di sekitarnya dijadikan taman rekreasi, terletak di tepi sungai (krueng) Daroy, konon dulunya sebagai pintu belakang istana Keraton Aceh khusus untuk keluar masuknya permaisuri Sultan Iskandarmuda beserta dayang-dayangnya kalau sang permaisuri menuju ke tepian sungai untuk mandi. Sekarang ini taman tersebut diberi nama Tanian Putroe Phang (Taman Putri Pahang), nama sang permaisuri.
Dari desain gerbang kecil Pintu Khob itulah diambil motif untuk perhiasan yang bernama Pinto Aceh ini.
Munculnya perhiasan motif PintoAceh ini ketika tahun 1926 pemerintah Belanda di Kutaraja (Banda Aceh) menyelenggarakan Satteling (Pasar Malam) yang terbesar, digelarkan di Esplanade (Lapangan Blang Padang). Pada Pasar Malam tersebut diberi kesempatan kepada para perajin emas dan perak untuk membuka stand, untuk memperlihatkan dan memamerkan kebolehan serta karya-karya keterampilan tangan mereka.

3. Map (Peta) Aceh


sumber foto : http://acehdesain.wordpress.com
icon satu ini cukup umum digunakan, baik di dalam maupun dalam media lainnya.

4. Mesjid Raya Baiturrahman


sumber foto : http://ohmyitsblack.deviantart.com

Yang satu ini menjadi icon kebanggaan rakyat aceh. bahkan sekarang sudah menjadi landmark aceh umumnya. dulu rasaya bila ke aceh belum sempat singgah ke mesjid raya Baiturahman terasa belum sah. sekedar untuk foto-foto sebagai bukti pernah ke aceh. disayangkan belakangan profesi sebagai fotografer mesjid raya lambat laun semakin sirna, kalo misalnya ditetapkan kebijakan dilarang membawa kamera kedalam areal mesjid raya selain fotografer yang sudah ditentukan, pantas ga ya, biar masing-masing punya lahan untuk mencari nafkah???hehehhe…cuma usulan kok…

5.  cangkir kopi.


Mendadak Aceh penuh dengan warung kopi terutama kota banda aceh, entah bagaimana kisahnya sehingga saat ini dimana-mana, disetiap sudut terdapat warung kopi. otomatis icon cangkir kopi begitu hidup di aceh. biar unik sekali-kali warkop yang baru buka maunya menggunakan identitas lain, misalnya pake icon “copy paste.”..aneh ga ya?? :D

6. Kupiah Meukutob.

Kupiah Meukutob lumanyan sering digunakan  baik dalam logo maupun identitas. kupiah meukutob sekarang ini menjadi bagian dari pakaian adat masyarakat aceh.

7. Gunongan

Gunongan merupakan salah satu bangunan yang tersisa peninggalan sultan iskadar muda, gunongan dibangun atas landasan cinta (simbol cinta) Sang Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang (Putri Kamaliah) yang berasal dari Negeri Pahang (Malaysia). sama halnya dengan Kaisar Syah Jahan yang membangun Taj Mahal untuk sang Istri (Mumtaz Mahal) sebagai lambang cinta abadi.

8. Pinto Khop

Karena arsitekturnya yang unik bangunan ini lumanyan bagus untuk dijadikan logo, mengingat fungsinya sebagai tempat peristirahan putri dan dedayang dulunya, pinto khop jarang digunakan sebagai logo, dulu ada lembaga yang menggunakannya tapi sekarang sudah diganti seiring berganti nama.

9. Lonceng Cakra Donya

Lonceng cakra donya kebanyakan digunakan sebagi logo akademisi di Aceh. asal muasalnya buatan negeri cina yang diberikan kepada kerajaan aceh.
 

10. Rumoh Aceh
Rumoh aceh atau dikenal dengan runoh tjut nyak dhien kebanyakan digunakan sebagai wallpaper untuk mewakili aceh secara regional. untuk simbol/logo masih kurang yang menggunakan rumoh aceh sebagai identitas.

sumber : http://acehdesain.wordpress.com