Uang Bukan Segala-galanya



uang
Uang adalah segalanya, ungkapan ini memang tidak berlebihan, karena memang tidak banyak masalah yang tidak bisa diatasi dengan benda satu ini, bahkan uang yang sudah kuno sekalipun masih bernilai sangat tinggi. Kalau sampai ada yang melakukan korupsi pasti juga karena benda ini penyebab utamanya. Uang identik dengan harta benda, dan merupakan harta paling likuid di dunia ini. Namun uang ternyata tidak bisa membeli semuanya, ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Di dunia ini orang kaya banyak yang sombong dan akhirnya menganggap uang adalah segalanya, namun coba mereka merenungkan, apakah hal-hal berikut ini bisa didapatkan mereka dengan uangnya? 

1. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.

2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.
Tebak-Tebakan Yuk!
Penjual apa yang paling setia?
Lihat Jawaban Jawabannya adalah ... Tukang Jual Bakso, meskipun dagangannya terjual habis, tetap menyisakan 2 bakso untuk istrinya
Kenapa anak kodok suka loncat-loncat?
Lihat Jawaban Jawabannya adalah ... Yach.. namanya juga anak-anak
Bebek apa yang jalannya muter ke kiri terus?
Lihat Jawaban Jawabannya adalah ... Bebek dikunci stang
 
3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus-bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.

4. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24 jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.

5. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.

6. Penerimaan Lingkungan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.

dollar 7. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.

8. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.

9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.

10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uanglah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.
Walaupun ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang, namun bagaimanapun, uang tetap saja memiliki kekuatan luar biasa, apalagi jaman sekarang, yang semua hal keknya dinilai dengan ukuran ini.

Logika

Logika adalah ilmu pengetahuan tentang asas, aturan, hukum-hukum, susunan, atau bentuk pikiran manusia yang dapat mengantar pikiran tersebut pada suatu kebenaran. Dengan pengertian ini, logika tidak membahas tentang proses mengingat-ingat, namun membahas atau mempelajari masalah penalaran. Artinya penalaran disini adalah salah satu cara berfikir, namun tidak semua berfikir itu pasti dapat disebut sebagai penalaran.

Penarikan kesimpulan baru dianggap valid bila proses penarikannya dilakukan melalui cara yang valid pula, sehingga cara penarikan kesimpulan semacam ini disebut dengan logika. Untuk penarikan kesimpulan hanya akan ditelaah melalui dua macam penarikan kesimpulan, yaitu melalui logika deduktif dan logika induktif. Logika deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan yang dibangun berdasarkan premis yang bersifat umum (premis mayor), kemudian menentukan premis yang bersifat khusus (premis minor), baru dapat diambil suatu kesimpulan yang sesuai dengan premis yang bersifat umum sebelumnya. Sebaliknya, logika induktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan yang dibangun dari premis-premis yang bersifat khusus kemudian dikaitkan dengan premis yang bersifat umum, baru dilakukan penarikan kesimpulan.

a. Logika Deduktif

Pengembangan pengetahuan yang dibangun berdasarkan logika deduktif pada prinsipnya adalah suatu proses berfikir yang didasarkan pada premis yang bersifat umum, kemudian mengidentifikasi premis-premis yang bersifat khusus yang terkait dengan premis umum tersebut , kemudian baru dilakukan penarikan kesimpulan.
Alat untuk mencapai pengetahuan dengan jalan berfikir deduktif disebut silogisme. Silogisme adalah suatu argumentasi yang terdiri dari tiga buah proposisi (Propositio dalam bahasa Latin berarti suatu statemen yang menolak atau membenarkan suatu perkara). Dua proposisi pertama disebut premis mayor dan premis minor, sedangkan proposisi yang ketiga disebut kesimpulan, kunklusi, konsekuensi. Berikut ini adalah beberapa contoh silogisme yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam berfikir deduktif.

1) Silogisme Kategorik

Contoh :
Semua manusia terkena nasib mati. (premis mayor)
Presiden adalah seorang manusia. (premis minor)
Jadi, presiden terkena nasib mati juga. (kesimpulan)

2) Silogisme Kondisional, Hipotetik, atau Bersarat

Contoh :
Bila bis remnya blong yang sedang dalam berada di jalan menurun, penumpangnya dalam bahaya. (premis mayor)
Bis tersebut ternyata remnya memang blong di jalan menurun tersebut. (premis minor)
Jadi, penumpangnya dalam bahaya. (kesimpulan)

3) Silogisme Alternatif atau Pilih Salah Satu

Contoh :
Saya harus kawin atau meneruskan sekolah. (premis mayor)
Saya tidak aka meneruskan sekolah. (premis minor)
Jadi, saya harus kawin. (kesimpulan)

4) Silogisme Disjungtif atau Melerai

Contoh :
Tidak mungkin seseorang dalam keadaan miskin dan makmur akan hidup bermewah-mewah. (premis mayor)
Seseorang dalam keadaan miskin. (premis minor)
Jadi, adalah tidak mungkin orang miskin akan hidup bermewah-mewah. (kesimpulan)
Cara berfikir deduktif yang telah dipelopori oleh seorang ahli ilmu pengetahuan terkenal dari Yunani Kuno yaitu Aristoteles, ternyata telah menjadi alat yang sangat berguna berabad-abad lamanya, dan sampai sekarangpun masih besar sekali manfaatnya.

b. Logika Induktif

Logika berfikir induktif bertujuan untuk membentuk pengetahuan yang umum yang kemudian akan dijadikan dasar deduksi itu, dijadikan premis mayor dari silogisme-silogisme. Berfikir induktif berangkat dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang khusus dan kongkrit, kemudian dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang khusus dan kongkrit tersebut ditarik generalisasi-generalisasi yang bersifat umum. Dalam pengambilan generalisasi umum semacam ini sudah tentu hal-hal atau peristiwa-peristiwa khusus yang dijadikan dasar generalisasi itu masih termasuk dalam wilayah generalisasi yang dianggap benar. Di bawah ini diberikan contoh tiga jenis induksi pokok, yaitu: (1) induksi lengkap; (2) induksi sistem Bacon; (3) induksi tidak lengkap.

1) Induksi Lengkap

Dalam induksi lengkap apa yang dilakukan oleh penyidik adalah semata-mata menghitung ciri-ciri subyek, individu, atau peristiwa dalam suatu kelas, kemudian menyimpulkan hasil perhitungannya dalam suatu simpulan yang bersifat umum meliputi semua subyek, individu, atau peristiwa dalam kelas itu. Sebagai contoh :
A terkena penyakit busung lapar
B terkena penyakit busung lapar
C terkena penyakit busung lapar
D terkena penyakit busung lapar
…………………………………
R terkena penyakit busung lapar
S terkena penyakit busung lapar
Jadi, semua warga A sampai S (yang mendiami desa “XYZ”) dapat terkena penyakit busung lapar.

2) Induksi Sistem Bacon

Bacon adalah seorang tokoh empirisme, sama sekali menolak deduksi yang ditemukan oleh orang lain. Sebaliknya, ia menganjurkan agar orang mengadakan pengamatan sendiri untuk memperoleh simpulan-simpulan secara umum. Untuk mencapai suatu gejala, sistem Bacon meminta tiga macam tabulasi (pencatatan):
a. Tabulasi ciri-ciri positif, yaitu kondisi-kondisi atau peristiwa-peristiwa dimana suatu gejala pasti muncul jika kondisi-kondisi atau peristiwa-peristiwa itu ada.
b. Tabulasi ciri-ciri negatif, yaitu kondisi-kondisi atau peristiwa-peristiwa dimana suatu gejala tidak muncul meskipun kondisi-kondisi itu ada.
c. Tabulasi variasi kondisi, yaitu pencatat ada tidaknya perubahan ciri-ciri gejala pada kondisi-kondisi yang berubah-ubah (diubah-ubah).
Dengan melakukan berbagai tabulasi tersebut, maka barulah orang dapat menetapkan ciri-ciri, sifat-sifat, atau unsur-unsur yang pasti ada, yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa atau gejala tersebut. Sebelum semua ciri-ciri, sifat-sifat, atau unsur-unsur itu dikumpulkan, menurut Bacon tidak semestinya peneliti coba menarik kesimpulan-kesimpulan tertentu atau merumuskan pemecahan suatu masalah.

3) Induksi Tidak Lengkap.

Berbeda dengan induksi sempurna, induksi tidak lengkap atau induksi tidak sempurna tidak meminta pengamatan terhadap seluruh obyek dalam suatu kelas, melainkan cukup terhadap sebagian saja dari obyek yang menjadi bagian dari kelas itu. Sebagian dari keseluruhan yang ada disebut sampel atau contoh.

Penarikan kesimpulan yang bersifat umum yang dibangun melalui cara berfikir induktif, ada dua keuntungan yang dapat diperoleh, yaitu: 1) bersifat ekonomis, dan 2) dimungkinkannya proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun deduktif. Pertama, keuntungan yang bersifat ekonomis dari cara berfikir induktif adalah bahwa kehidupan yang beraneka ragam dengan berbagai corak dan segi dapat direduksikan menjadi beberapa pernyataan. Kedua, keuntungan yang bersifat dimungkinkannya proses penalaran lebih lanjut baik yang bersifat deduktif dan induktif. Penalaran dengan logika induktif akan diperoleh berbagai pernyataan yang bersifat umum, sehingga dapat disimpulkan pernyataan-pernyataan yang lebih bersifat umum lagi. Penalaran semacam ini dimungkinkan disusunnya suatu pengetahuan secara sistematis yang mengarah pada pernyataan yang makin lama makin mendasar.

Peranan Filsafat Ilmu dalam Penjelajahan Iptek & Seni

Semenjak tahun 1960 filsafat ilmu mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi yang ditopang penuh oleh positivisme-empirik, melalui penelaahan dan pengukuran kuantitatif sebagai andalan utamanya. Berbagai penemuan teori dan penggalian ilmu, teknologi, dan seni berlangsung secara mengesankan.

Pada periode ini berbagai kejadian dan peristiwa yang sebelumnya mungkin dianggap sesuatu yang mustahil, namun berkat kemajuan ilmu, teknologi, dan seni dapat berubah menjadi suatu kenyataan. Semua keberhasilan ini kiranya semakin memperkokoh keyakinan manusia terhadap kebesaran ilmu dan teknologi. Memang, tidak dipungkiri lagi bahwa positivisme-empirik yang serba matematik, fisikal, reduktif dan free of value telah membuktikan kehebatan dan memperoleh kejayaannya, serta memberikan kontribusi yang besar dalam membangun peradaban manusia seperti sekarang ini.

Namun, dibalik keberhasilan itu, ternyata telah memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak sederhana, dalam bentuk kekacauan dan krisis yang hampir terjadi di setiap belahan dunia ini. Alam menjadi marah dan tidak ramah lagi terhadap manusia, karena manusia telah memperlakukan dan mengeksploitasinya tanpa memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya. Berbagai gejolak sosial hampir terjadi di mana-mana sebagai akibat dari benturan budaya yang tak terkendali. Kesuksesan manusia dalam menciptakan teknologi-teknologi raksasa ternyata telah menjadi boomerang bagi kehidupan manusia itu sendiri. Raksasa-raksasa teknologi yang diciptakan manusia itu seakan-akan berbalik untuk menghantam dan menerkam si penciptanya sendiri, yaitu manusia.

Berbagai persoalan baru sebagai dampak dari kemajuan ilmu, teknologi dan seni yang dikembangkan oleh kaum positivisme-empirik, telah memunculkan berbagai kritik di kalangan ilmuwan tertentu. Apabila kita mengacu kepada pemikiran Thomas Kuhn dalam bukunya The Structure of Scientific Revolutions (1962) bahwa perkembangan filsafat ilmu, terutama sejak tahun 1960 hingga sekarang ini sedang dan telah mengalami pergeseran dari paradigma positivisme-empirik, yang dianggap telah mengalami titik jenuh dan banyak mengandung kelemahan, menuju paradigma baru ke arah post-positivisme yang lebih etis.

Terjadinya perubahan paradigma ini dijelaskan oleh John M.W. Venhaar (1999:) bahwa perubahan kultural yang sedang terwujud akhir-akhir ini, perubahan yang sering disebut purna-modern, meliputi persoalan-persoalan : (1) antihumanisme, (2) dekonstruksi dan (3) fragmentasi identitas. Ketiga unsur ini memuat tentang berbagai problem yang berhubungan dengan fungsi sosial cendekiawan dan pentingnya paradigma kultural, terutama dalam karya intelektual untuk memahami identitas manusia.

7 Langkah Meningkatkan Stamina Tubuh


1. Olahraga, olahraga, olahraga!
Menurut James Rippe, ahli jantung sekaligus Direktur Rippe Lifestyle Institute di Shrewsbury, Massachusetts, AS, olahraga, terutama jenis aerobik, adalah obat terbaik mengatasi kelelahan dan menambah energi. Olahraga aerobik, seperti bersepeda, berenang, dan lari, akan memperkuat jantung sehingga lebih banyak lagi pasokan oksigen yang sampai ke tubuh. Lebih banyak oksigen, artinya lebih panas lagi organ dalam dapat bekerja sehingga meningkatkan efisiensi produksi energi.

2. Minum lebih banyak
Kurang cairan adalah penyebab kelelahan. Jika tubuh kekurangan cairan, darah mengental. Akibatnya, aliran darah menjadi lambat dan butuh waktu lebih bagi sel tubuh untuk mendapatkan oksigen.

3. Makan sedikit, tetapi sering
Makanlah dengan porsi kecil bergizi seimbang, tetapi sering. Makan porsi besar kaya karbohidrat menyebabkan gula darah membumbung. Ini membuat lebih banyak insulin yang dikeluarkan tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan terlalu banyak gula darah dikirim ke sel otot untuk disimpan. Inilah biang keladi kelelahan.

4. Konsumsi suplemen vitamin, mineral, dan asam lemak omega 3
Dr Roberta Lee, Direktur Continuum Center for Health and Healing di Beth Israel Medical Center, New York, AS, menyarankan asupan multivitamin dan mineral untuk pasien yang kelelahan. Mengapa? Vitamin antioksidan membantu tubuh menetralkan kerusakan dalam sel karena serangan radikal bebas. Mineral mendukung kinerja hati dan ginjal dalam melakukan kerja detoksifikasi tubuh. Asam lemak omega 3 membantu kerja setiap sel tubuh agar berjalan mulus.

5. Ubah rutinitas
Bila kegiatan sehari-hari sudah dapat ditebak, ubah kebiasaan itu. Ini dapat menyebabkan kebosanan, biang keladi penguras energi. Coba dengarkan jenis musik baru, tempuh rute baru ke kantor, atau ngobrol dengan orang baru.

6. Beri prioritas
Buat daftar hal paling penting dalam hidup, apa yang ingin Anda lakukan. Melakukan hal yang tak diinginkan, kata Tony Schwartz, pengarang buku The Power of Full Engagement, akan menghabiskan energi.

7. Istirahat sejenak
Manusia sudah diprogram oleh Yang Maha Kuasa untuk bergerak antara menghabiskan dan meregenerasi energi. Siklus ini, kata Schwartz, berlangsung selama 90-120 menit selama waktu terjaga. Jika kita mengabaikan itu, akan mudah kelelahan. Istirahatlah beberapa menit untuk memulihkan energi.

Borjuis

Borjuis (kata sifat: borju) dalam sosiologi dan ilmu politik menggambarkan berbagai kelompok di seluruh sejarah. Dalam dunia Barat, di antara akhir abad pertengahan dan saat sekarang, kaum borjuis adalah sebuah kelas sosial dari orang-orang yang dicirikan oleh kepemilikan modal dan kelakuan yang terkait dengan kepemilikan tersebut. Mereka adalah bagian dari kelas menengah atau kelas pedagang, dan mendapatkan kekuatan ekonomi dan sosial dari pekerjaan, pendidikan, dan kekayaan. Hal ini dibedakan dari kelas sosial yang kekuasaannya didapat dari lahir di dalam sebuah keluarga aristokrat pemilik tanah yang bergelar, yang diberikan hak feodal istimewa oleh raja / monarki. Kaum Borjuis muncul di kota-kota yang ada di akhir zaman feodal dan awal zaman modern, melalui kontrol perdagangan jarak jauh dan manufaktur kecil. Kata borjuisborju dan berasal dari bahasa Perancis, yang berarti "penghuni-kota" (dari Bourg, bdk. Bahasa Jerman Burg).
Marxisme mendefinisikan borjuis sebagai kelas sosial yang memiliki alat-alat produksi dalam masyarakat kapitalis. Marxisme memandang bahwa kelompok ini muncul dari kelas-kelas orang kaya di perkotaan di masa pra- (sebelum) dan awal masyarakat kapitalis.
Dalam masyarakat kapitalis kontemporer, istilah borjuis dapat merujuk pada kelas menengah, menengah atas, atas dan / atau gaya hidup dan nilai-nilai mereka.
Istilah ini mempunyai konotasi kuat yang maksudnya "budaya ruang duduk yang pasif" dalam konteks Eropa. Borjuis sering merujuk pada kelakuan menyendiri dan konservatif secara sosial yang disertai adat menganggur dari orang kaya baru.

Borjuis adalah sebuah kata serapan dari bahasa Perancis "bourgeoisie" atau "bourgeois"dalam arti khusus yang dijelaskan di atas. Dalam tatanan feodal pra-revolusi Perancis, "bourgeois" adalah kelas untuk warga yang sebelumnya adalah anggota yang kaya dalam Golongan Ketiga. Kata Perancis "bourgeoisie" berkembang dari kata Perancis Lama burgeis, yang berarti "seorang warga sebuah kota" (bdk. bahasa Inggris Abad Pertengahan burgeis, bahasa Belanda Tengah burgher dan Jerman Bürger). Kata Prancis Lama burgeis sendiri berasal dari Bourg, yang berarti sebuah "kota pasar" atau desa abad pertengahan, kata ini sendiri berasal dari Bahasa Franka "burg", yang berarti "kota". 
Di bawah kapitalisme, istilah borjuis telah banyak digunakan sebagai ungkapan perkiraan setara untuk orang kelas atas. Kata ini juga berevolusi yang kemudian berarti pedagang dan pengusaha, dan sampai abad ke-19 umumnya bersinonim dengan "kelas menengah", yaitu orang-orang yang masuk dalam spektrum sosial ekonomi yang luas antara bangsawan dan petani atau kaum proletar. Karena kekuatan dan kekayaan kaum bangsawan memudar di paruh kedua abad ke-19, dan karena kelas pedagang dan kelas komersial menjadi dominan, kaum borjuis muncul sebagai pengganti dari digulingkannya kaum bangsawan dan kelas penguasa yang baru.

Peta Kabupaten Aceh Barat Daya

Kabupaten Aceh Barat Daya ( ABDYA ) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Kabupaten ini resmi berdiri setelah disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2002.
Aceh Barat Daya sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan bukanlah merupakan ekses dari reformasi pada tahun 1998 semata. Meskipun perubahan pemerintahan nasional saat itu mempercepat pemekaran tersebut, namun wacana untuk pemekaran itu sendiri sudah berkembang sejak sekitar tahun 1960-an.

Lambang-abdya.jpgGeografi

Wilayah ini termasuk dalam gugusan pegunungan Bukit Barisan.

Kecamatan